Kamis, 29 November 2018

Materi Pkn Kelas 3 Bab 2

BAB II
MAKNA SUMPAH PEMUDA

A.      Sumpah Pemuda


Pada 1908, rakyat Indonesia mulai memiliki kesadaran untuk bersatu melawan penjajah. Para pemuda di berbagai wilayah di Indonesia mulai membentuk perkumpulan untuk menentang penjajah. Perkumpulan pemuda tersebut membawa nama daerah asalnya.
Beberapa perkumpulan pemuda atau sering disebut organisasi pemuda yang ada di daerah Nusantara, diantaranya sebagai berikut:
  1. Jong Batak, yaitu (Perkumpulan para pemuda Batak)
  2. Jong Java, yaitu (Perkumpulan para pemuda Jawa)
  3. Jong Sumatranen Bond, yaitu (Perkumpulan para Pemuda Sumatra)
  4. Jong Ambon, yaitu (Perkumpulan Para pemuda Ambon)
  5. Jong Islamaten Bond, yaitu (Perkumpulan para pemuda Islam)
  6. Jong Minahasa, yaitu (Perkumpulan para pemuda Minahasa)
  7. Jong Celebes, yaitu (Perkumpulan para pemuda Sulawesi
Organisasi pemuda yang telah terbentuk masih bersifat kedaerahan. Mereka berjuang untuk daerah asalnya saja sehingga sulit sekali menciptakan rasa persatuan. Pada 30 April-2 Mei 1926, para pemuda yang ingin mewujudkan persatuan nasional, mengadakan Konres Pemuda I di Jakarta. Tujuan kongres ini adalah menamkan semangat kerja sama antar perkumpulan pemuda di Indonesia. Kongres Pemuda I menjadi dasar bagi persatuan Indonesia. Namun, Kongres Pemuda I belum berhasil mempersatukan kegiatan pemuda dalam satu wadah. Kongres Pemuda I menghasilkan gagasan persatuan dalam perjuangan untuk Indonesia merdeka. Pada 28 Oktober 1928 dilaksanakan Kongres Pemuda II di Jakarta. Kongres Pemuda II berhasil merumuskan suatu ikrar. Ikrar tersebut dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda. Isi Sumpah Pemuda, diantaranya  sebagai berikut. 
Pada saat Kongres Pemuda II, lagu Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Supratman untuk kali pertama diperdengarkan. Pada saat itu juga, bendera Merah Putih ditetapkan sebagai bendera Kebangsaan Indonesia. Dengan Sumpah Pemuda, perjuangan rakyat Indonesia tidak lagi bersifat kedaerahan, tetapi sudah bersatu untuk melawan para penjajahan sehingga dalam waktu singkat, bangsa Indonesia berhasil mengusir penjajah. Puncaknya pada 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia dapat memproklamasikan kemerdekaannya

B.       PENGALAMAN NILAI NLAI SUMPAH PEMUDA
Bagaimana mengamalkan nilai-nilai sumpah pemuda dalam kehidupan sehari-hari? Banyak cara yang dapat kamu lakukan untuk mengamalkan nilai-nilai sumpah pemuda. Misalnya, kamu bangga menjadi anak Indonesia.
Contoh pengamalam Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari diantaranya sebagai berikut :
  1. Giat belajar untuk meraik cita-cita
  2. Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah
  3. Menghargai keragaman Suku, Adat, Budaya, dan Agama



BAB II
MAKNA SUMPAH PEMUDA

A.      Sumpah Pemuda


Pada 1908, rakyat Indonesia mulai memiliki kesadaran untuk bersatu melawan penjajah. Para pemuda di berbagai wilayah di Indonesia mulai membentuk perkumpulan untuk menentang penjajah. Perkumpulan pemuda tersebut membawa nama daerah asalnya.
Beberapa perkumpulan pemuda atau sering disebut organisasi pemuda yang ada di daerah Nusantara, diantaranya sebagai berikut:
  1. Jong Batak, yaitu (Perkumpulan para pemuda Batak)
  2. Jong Java, yaitu (Perkumpulan para pemuda Jawa)
  3. Jong Sumatranen Bond, yaitu (Perkumpulan para Pemuda Sumatra)
  4. Jong Ambon, yaitu (Perkumpulan Para pemuda Ambon)
  5. Jong Islamaten Bond, yaitu (Perkumpulan para pemuda Islam)
  6. Jong Minahasa, yaitu (Perkumpulan para pemuda Minahasa)
  7. Jong Celebes, yaitu (Perkumpulan para pemuda Sulawesi
Organisasi pemuda yang telah terbentuk masih bersifat kedaerahan. Mereka berjuang untuk daerah asalnya saja sehingga sulit sekali menciptakan rasa persatuan. Pada 30 April-2 Mei 1926, para pemuda yang ingin mewujudkan persatuan nasional, mengadakan Konres Pemuda I di Jakarta. Tujuan kongres ini adalah menamkan semangat kerja sama antar perkumpulan pemuda di Indonesia. Kongres Pemuda I menjadi dasar bagi persatuan Indonesia. Namun, Kongres Pemuda I belum berhasil mempersatukan kegiatan pemuda dalam satu wadah. Kongres Pemuda I menghasilkan gagasan persatuan dalam perjuangan untuk Indonesia merdeka. Pada 28 Oktober 1928 dilaksanakan Kongres Pemuda II di Jakarta. Kongres Pemuda II berhasil merumuskan suatu ikrar. Ikrar tersebut dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda. Isi Sumpah Pemuda, diantaranya  sebagai berikut. 
Pada saat Kongres Pemuda II, lagu Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Supratman untuk kali pertama diperdengarkan. Pada saat itu juga, bendera Merah Putih ditetapkan sebagai bendera Kebangsaan Indonesia. Dengan Sumpah Pemuda, perjuangan rakyat Indonesia tidak lagi bersifat kedaerahan, tetapi sudah bersatu untuk melawan para penjajahan sehingga dalam waktu singkat, bangsa Indonesia berhasil mengusir penjajah. Puncaknya pada 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia dapat memproklamasikan kemerdekaannya

B.       PENGALAMAN NILAI NLAI SUMPAH PEMUDA
Bagaimana mengamalkan nilai-nilai sumpah pemuda dalam kehidupan sehari-hari? Banyak cara yang dapat kamu lakukan untuk mengamalkan nilai-nilai sumpah pemuda. Misalnya, kamu bangga menjadi anak Indonesia.
Contoh pengamalam Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari diantaranya sebagai berikut :
  1. Giat belajar untuk meraik cita-cita
  2. Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah
  3. Menghargai keragaman Suku, Adat, Budaya, dan Agama



Materi Pkn Kelas 3 Bab 1

BAB I
MAKNA SATU NUSA SATU BANGSA 
DAN SATU BAHASA

A. SATU NUSA, SATU BANGSA, DAN SATU BAHASA


        Negara Indoensia disebut juga dengan istilah nusantara. Nusantara berasal dari kata "nusa" dan "antara". "Nusa" berarti pulau atau kepualauan sedangkan "antara" artinya antara. Nusantara diartikan sebagai satu kesatuan wilayah kepulauan diantara pulau-pulau. Wilayah negara Indonesia terdiri atas daratan dan lautan. Indonesia adalah negara kepulauan. Indonesia memiliki lima pulau besar, yaitu Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Selain itu, masih banyak pulau kecil lainnya. Pulau-pulau tersebut ditempati oleh kurang lebih 220 juta penduduk. Negara Indonesia terkenal dengan keragamannya. Misalnya, suku bangsa, budaya, agama, bahasa daerah, dan adat istiadat.
      Sebagian besar pulau di Indonesia ditempati oleh masyarakat asli daerah tersebut. Namun, ada juga warga pendatang dengan bermacam budayanya. Ada suku Batak, Suku Jawa, Suku Betawi, Suku Sunda, Suku Badui, Suku Bali, Suku Bugis, Suku Dayak, Suku Ambon, Suku Papua, dan masih banyak lagi.Setiap suku bangsa menggunakan bahasa daerah yang berbeda dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, Suku Jawa menggunakan bahasa Jawa, suku Batak menggunakan bahasa Batak, Suku Sunda menggunakan Bahasa Sunda. Namun, jika mengadakan hubungan dengan suku yang lain, biasanya mereka menggunakan bahasa Indonesia. Sebagai bahasa persatuan, bahasa Indonesia ditunjung tinggi oleh semua suku bangsa.
     Bahasa Iondonesia telah disepakati sebagai bahasa persatuan dan pergaulan antar suku bangsa. Bahasa Indonesia juga digunakan sebagai bahasa pengantar di kantor pemerintahan dan di lembaga pendidikan, termasuk juga di sekolah dasar. Satu nusa memiliki makna bahwa setiap orang harus merasa memiliki satu tanah air yang sama, yaitu tanah air Indonesia. Satu bangsa memiliki makna walaupun kita berasal dari suku yang berbeda, tetapi kita tetap satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Adapun satu bangsa memiliki makna untuk mewujudkan persatuan bangsa. Kita harus menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu antar suku bangsa.
     Negara Indonesia pernah dijajah oleh bangsa Belada dan Jepang. Penyebab negara Indonesia dijajah karena tidak ada persatuan. Penjajah menyukai bangsa yang terpecah belah. Rakyat Indonesia banyak yang meninggal karena kekejaman penjajah. Penjajah membatasi semua kegiatan rakyat Indonesia.
   Setiap kegiatan yang dilakukan harus seizin penjajah. Kekayaan alam yang dimiliki rakyat Indonesia diambil secara paksa oleh penjajah. Rakyat indonesia dipaksa bekerja untuk kepentingan penjajah dan tidak diberi upah. Ada sebagian rakyat Indonesia yang memberanikan diri melawan para penjajah. Namun, perlawanan rakyat masih bersifat kedaerahan. Bersifat kedaerahan, artinya hanya berjuang di daerahnya sendiri. Perjuangan juga untuk kepentingan daerahnya masing-masing. Hal ini menyebabkan belum bersatunya kekuatan rakyat untuk mengusir penjajah dari tanah air Indonesia.

B. PENCERMINAN SATU NUSA DAN SATU BANGSA

   Perbedaan bukanlah merupakan kendala bagi kita, jadikanlah perbadaan itu sebagai kekeyaan bangsa kita, perbedaan dapat kita satukan dengan semangat persatuan dan kesatuan. Sumpah Pemuda lahir pada tanggal 28 oktober 1928, yang isinya yaitu satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa.Makna yang terkandung dari isi Sumpah Pemuda: maksud bertanah air yang satu, tanah air Indonesia yaitu meskipun bangsa Indonesia bertempat tinggal berpencar-pencar di wilayah Indonesia, ada yang di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Papua dan sebagainya namun merupakan satu tanah air yaitu tanah air Indonesia. 
    Bangsa yang satu bangsa Indonesia maksudnya meskipun bangsa Indonesia terdiri dari beberapa suku bangsa tetapi merupakan satu bangsa Indonesia. Suku bangsa Indonesia misalnya suku Jawa, suku batak, suku Dayak dan sebagainya. Setiap suku bangsa memiliki adapt kebiasaan yang berbeda Menjunjung bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia, maksudnya tiap daerah memiliki bahasa daerah sendiri tetapi mereka mempunyai bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.

C. MEWUJUDKAN RASA PERSATUAN DAN KESATUAN

    Sejak peristiwa Sumpah Pemuda para pemuda bertekad untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan, karena dengan bersatu bangsa Indonesia sulit dilawan dan dipatahkan oleh penjajah dari mana pun.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda antara lain :
  1. nilai persatuan;
  2. nilai kebersamaan;
  3. nilai cinta tanah air.
Semangat persatuan dan kesatuan banyak memberiakn manfaat bagi bangsa Indonesia yaitu :
  1. mempererat hubungan kekeluargaan;
  2. terciptanya kerukunan hidup;
  3. membina rasa kesetiakawanan social;
  4. memperkokoh rasa cinta tanah air, sehingga tidak mudah dijajah oleh bangsa lain.
    Perjuangan para tokoh Sumpah Pemuda perlu kita teladani, oleh karena itu hindari permusuhan, ciptakan rasa persatuan dalam berbagai kegiatan agar Negara kita utuh dan jaya untuk selama-lamanya. Untuk mengenang peristiwa bersejarah itu maka setiap tanggal 28 Oktober bangsa Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda. Contohnya mengikuti upacara bendera dengan tertib merupakan pencerminan sikap semangat Sumpah Pemuda.

D. MENGHARGAI PERBEDAAN

     Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam-macam suku bangsa, ada suku Batak, suku Jawa, suku Madura dan lain sebagainya. Dengan adanya keragaman suku bangsa, menyebabkan perbedaan bahasa daerah, adat istiadat dan keragaman budaya tiap-tiap daerah. Contohnya dalam keluarga Andi. Ayah Andi berasal dari Makassar, ibunya dari jawa. Mereka tetap bisa bersatu, saling menyayangi, menghargai, menghormati dan saling berkomunikasi dengan menggunakan bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.
   Ada bermacam-macam bahasa daerah yang bentuk dan cara pengucapannya sama. Namun mempunyai arti yang berbeda. Hal tersebut sering kali dapat menimbulkan kesalahpahaman dan terjadi kekacauan. Kita juga harus menghargai bahasa daerah lain karena meruoakan kekayaan bahasa bangsa Indonesia, agar tercipta persatuan dan kesatuan bangsa
Berikut Video Pembelajarannya:

BAB I
MAKNA SATU NUSA SATU BANGSA 
DAN SATU BAHASA

A. SATU NUSA, SATU BANGSA, DAN SATU BAHASA


        Negara Indoensia disebut juga dengan istilah nusantara. Nusantara berasal dari kata "nusa" dan "antara". "Nusa" berarti pulau atau kepualauan sedangkan "antara" artinya antara. Nusantara diartikan sebagai satu kesatuan wilayah kepulauan diantara pulau-pulau. Wilayah negara Indonesia terdiri atas daratan dan lautan. Indonesia adalah negara kepulauan. Indonesia memiliki lima pulau besar, yaitu Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Selain itu, masih banyak pulau kecil lainnya. Pulau-pulau tersebut ditempati oleh kurang lebih 220 juta penduduk. Negara Indonesia terkenal dengan keragamannya. Misalnya, suku bangsa, budaya, agama, bahasa daerah, dan adat istiadat.
      Sebagian besar pulau di Indonesia ditempati oleh masyarakat asli daerah tersebut. Namun, ada juga warga pendatang dengan bermacam budayanya. Ada suku Batak, Suku Jawa, Suku Betawi, Suku Sunda, Suku Badui, Suku Bali, Suku Bugis, Suku Dayak, Suku Ambon, Suku Papua, dan masih banyak lagi.Setiap suku bangsa menggunakan bahasa daerah yang berbeda dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, Suku Jawa menggunakan bahasa Jawa, suku Batak menggunakan bahasa Batak, Suku Sunda menggunakan Bahasa Sunda. Namun, jika mengadakan hubungan dengan suku yang lain, biasanya mereka menggunakan bahasa Indonesia. Sebagai bahasa persatuan, bahasa Indonesia ditunjung tinggi oleh semua suku bangsa.
     Bahasa Iondonesia telah disepakati sebagai bahasa persatuan dan pergaulan antar suku bangsa. Bahasa Indonesia juga digunakan sebagai bahasa pengantar di kantor pemerintahan dan di lembaga pendidikan, termasuk juga di sekolah dasar. Satu nusa memiliki makna bahwa setiap orang harus merasa memiliki satu tanah air yang sama, yaitu tanah air Indonesia. Satu bangsa memiliki makna walaupun kita berasal dari suku yang berbeda, tetapi kita tetap satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Adapun satu bangsa memiliki makna untuk mewujudkan persatuan bangsa. Kita harus menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu antar suku bangsa.
     Negara Indonesia pernah dijajah oleh bangsa Belada dan Jepang. Penyebab negara Indonesia dijajah karena tidak ada persatuan. Penjajah menyukai bangsa yang terpecah belah. Rakyat Indonesia banyak yang meninggal karena kekejaman penjajah. Penjajah membatasi semua kegiatan rakyat Indonesia.
   Setiap kegiatan yang dilakukan harus seizin penjajah. Kekayaan alam yang dimiliki rakyat Indonesia diambil secara paksa oleh penjajah. Rakyat indonesia dipaksa bekerja untuk kepentingan penjajah dan tidak diberi upah. Ada sebagian rakyat Indonesia yang memberanikan diri melawan para penjajah. Namun, perlawanan rakyat masih bersifat kedaerahan. Bersifat kedaerahan, artinya hanya berjuang di daerahnya sendiri. Perjuangan juga untuk kepentingan daerahnya masing-masing. Hal ini menyebabkan belum bersatunya kekuatan rakyat untuk mengusir penjajah dari tanah air Indonesia.

B. PENCERMINAN SATU NUSA DAN SATU BANGSA

   Perbedaan bukanlah merupakan kendala bagi kita, jadikanlah perbadaan itu sebagai kekeyaan bangsa kita, perbedaan dapat kita satukan dengan semangat persatuan dan kesatuan. Sumpah Pemuda lahir pada tanggal 28 oktober 1928, yang isinya yaitu satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa.Makna yang terkandung dari isi Sumpah Pemuda: maksud bertanah air yang satu, tanah air Indonesia yaitu meskipun bangsa Indonesia bertempat tinggal berpencar-pencar di wilayah Indonesia, ada yang di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Papua dan sebagainya namun merupakan satu tanah air yaitu tanah air Indonesia. 
    Bangsa yang satu bangsa Indonesia maksudnya meskipun bangsa Indonesia terdiri dari beberapa suku bangsa tetapi merupakan satu bangsa Indonesia. Suku bangsa Indonesia misalnya suku Jawa, suku batak, suku Dayak dan sebagainya. Setiap suku bangsa memiliki adapt kebiasaan yang berbeda Menjunjung bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia, maksudnya tiap daerah memiliki bahasa daerah sendiri tetapi mereka mempunyai bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.

C. MEWUJUDKAN RASA PERSATUAN DAN KESATUAN

    Sejak peristiwa Sumpah Pemuda para pemuda bertekad untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan, karena dengan bersatu bangsa Indonesia sulit dilawan dan dipatahkan oleh penjajah dari mana pun.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda antara lain :
  1. nilai persatuan;
  2. nilai kebersamaan;
  3. nilai cinta tanah air.
Semangat persatuan dan kesatuan banyak memberiakn manfaat bagi bangsa Indonesia yaitu :
  1. mempererat hubungan kekeluargaan;
  2. terciptanya kerukunan hidup;
  3. membina rasa kesetiakawanan social;
  4. memperkokoh rasa cinta tanah air, sehingga tidak mudah dijajah oleh bangsa lain.
    Perjuangan para tokoh Sumpah Pemuda perlu kita teladani, oleh karena itu hindari permusuhan, ciptakan rasa persatuan dalam berbagai kegiatan agar Negara kita utuh dan jaya untuk selama-lamanya. Untuk mengenang peristiwa bersejarah itu maka setiap tanggal 28 Oktober bangsa Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda. Contohnya mengikuti upacara bendera dengan tertib merupakan pencerminan sikap semangat Sumpah Pemuda.

D. MENGHARGAI PERBEDAAN

     Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam-macam suku bangsa, ada suku Batak, suku Jawa, suku Madura dan lain sebagainya. Dengan adanya keragaman suku bangsa, menyebabkan perbedaan bahasa daerah, adat istiadat dan keragaman budaya tiap-tiap daerah. Contohnya dalam keluarga Andi. Ayah Andi berasal dari Makassar, ibunya dari jawa. Mereka tetap bisa bersatu, saling menyayangi, menghargai, menghormati dan saling berkomunikasi dengan menggunakan bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.
   Ada bermacam-macam bahasa daerah yang bentuk dan cara pengucapannya sama. Namun mempunyai arti yang berbeda. Hal tersebut sering kali dapat menimbulkan kesalahpahaman dan terjadi kekacauan. Kita juga harus menghargai bahasa daerah lain karena meruoakan kekayaan bahasa bangsa Indonesia, agar tercipta persatuan dan kesatuan bangsa
Berikut Video Pembelajarannya:

matei ips kelas 3 bab 8

BAB 8
PENGGUNAAN UANG

A. Kegunaan Uang
Tahukah kamu kegunaan uang?
Tahukah kamu mengapa ketika kamu menginginkan sepatu yang dijual oleh pedagang di pasar, harus ditukar dengan uang yang kamu punya? Sama halnya ketika kamu naik angkutan kota, kamu harus membayarnya dengan uang bukan?
Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa salah satu kegunaan uang adalah sebagai alat tukar atau sebagai alat pembayaran yang sah. Hal ini berarti bahwa kita dapat menggunakan uang untuk membayar sesuatu.
Selain sebagai alat tukar, uang juga berguna sebagai satuan hitung. Contohnya, harga buku yang kamu miliki adalah Rp. 2500,- dan harga pinsil Rp. 1500,- Dalam hal ini, dengan uang kita dapat menentukan atau menghitung harga barang-barang tersebut.
Fungsi uang yang lainnya adalah sebagai alat pemindah kekayaan. Contohnya uang dapat berfungsi sebagai alat pemindah kekayaan, misalnya pada suatu hari, orang tuamu menjual mobil yang dimilikinya, kemudian uang hasil menjual mobil tersebut digunakan untuk membeli rumah baru.Pengetahuan Sosial
Orang-orang yang mempunyai kelebihan uang atau harta biasanya akan menyimpan sebagian uangnya di bank. Kekayaan yang disimpan dalam bentuk uang dinilai lebih praktis, mudah dibawa kemana-mana, dan lebih cepat digunakan apabila ada keperluan yang mendesak. Kegiatan orang yang menyimpan kekayaannya dalam bentuk uang ini menunjukkan bahwa uang berfungsi sebagai alat untuk menyimpan kekayaan. Menabung di bank adalah salah satu bentuk menyimpan kekayaan dalam bentuk uang

B. Cara Mengelola Uang dengan Baik
Bagaimanakah cara mengelola uang dengan baik?
Perhatikan contoh penggunaan uang dalam cerita di bawah ini!
1. Bambang adalah seorang siswa SD Harapan Bangsa Kelas II. Setiap hari, ia diberi uang oleh ibunya sebesar Rp. 5000,00,- untuk bekal ke sekolah. Setiap hari, uang tersebut habis untuk jajan. Bahkan tak jarang
Bambang meminta lagi kepada ibunya untuk jajan di rumah
2. Lain halnya dengan Susi. Susi adalah siswa kelas III SD Pelita Jaya. Setiap hari, Susi diberi uang bekal ke sekolah Rp. 4.000,00,- Uang bekal susi tidak semuanya dia habiskan, setiap harinya Susi selalu menyisihkan uang Rp. 1.000,00,- untuk disimpan di celengan dan setiap akhir bulan uang yang terkumpul dalam celengan, Susi buka untuk kemudian ditabungkan di Bank.
Apa yang dapat kamu ambil berdasarkan cerita diatas? Coba kamu bandingkan apa yang dilakukan oleh Bambang dan Susi dalam menggunakan uang. Bambang adalah anak yang tidak pandai dalam mengelola uang. Dia menghabiskan semua uangnya untuk jajan. Oleh karena itu, Bambang dapat dikatakan boros. Lain dengan Susi, Susi adalah anak yang pandai mengelola uang.
Hal ini dapat dilihat dari sikapnya Susi tidak serta merta menghabiskan uangnya untuk jajan. Dia selalu menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabung. Bagaimana dengan kamu? Apakah semua uang bekalmu dihabiskan untuk jajan? Perlu kamu ketahui bahwa dalam mengelola uang kita harus hemat, berhati-hati, dan tidak berlebihan. Kita
harus berusaha menyisihkan sebagian uang kita untuk ditabung sehingga jika kita mempunyai kebutuhan mendadak, kita bisa menggunakan uang tabungan itu.

C. Manfaat Mengelola Uang dengan Baik
Apa manfaat yang kamu rasakan dari mengelola uang dengan baik?
Banyak manfaat yang dapat kita rasakan apabila mengelola uang dengan baik, di antaranya, kita dapat membeli barang-barang yang kita sukai dengan uang sendiri, jika kita membutuhkan uang secara mendadak, kita dapat dengan mudah memperolehnya, berguna untuk bekal masa depan, dan membiasakan hidup hemat serta disiplin.
Perhatikan cerita di bawah ini

Rajin Menabung
Trisno adalah seorang siswa kelas III SD Nusantara. Trisno rajin menabung. Setiap hari dia selalu menyisihkan uang jajannya untuk disimpan di celengan. Setiap akhir bulan Trisno membuka celengannya dan menyimpan uang yang terkumpul dalam celengan tersebut ke bank,
ditemani ibunya. Uang Trisno yang terkumpul di bank pun kian hari semakin banyak.
Pada suatu hari, Trisno ingin membeli sepeda baru karena sepedanya yang lama sudah rusak. Trisno pun mengutarakan niatnya untuk membeli sepatu baru kepada ayah dan ibunya. Namun ayah dan ibunya saat itu tidak memiliki uang banyak. Trisno pun mengatakan pada ayah dan ibunya bahwa telah memiliki tabungan, seluruh uang
yang terkumpul berjumlah Rp.1.000.000 (satujuta rupiah) yang bisa  digunakan untuk membeli sepeda. Akhirnya pada hari minggu Trisno diantar ayah dan ibunya membeli sepeda baru.
BAB 8
PENGGUNAAN UANG

A. Kegunaan Uang
Tahukah kamu kegunaan uang?
Tahukah kamu mengapa ketika kamu menginginkan sepatu yang dijual oleh pedagang di pasar, harus ditukar dengan uang yang kamu punya? Sama halnya ketika kamu naik angkutan kota, kamu harus membayarnya dengan uang bukan?
Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa salah satu kegunaan uang adalah sebagai alat tukar atau sebagai alat pembayaran yang sah. Hal ini berarti bahwa kita dapat menggunakan uang untuk membayar sesuatu.
Selain sebagai alat tukar, uang juga berguna sebagai satuan hitung. Contohnya, harga buku yang kamu miliki adalah Rp. 2500,- dan harga pinsil Rp. 1500,- Dalam hal ini, dengan uang kita dapat menentukan atau menghitung harga barang-barang tersebut.
Fungsi uang yang lainnya adalah sebagai alat pemindah kekayaan. Contohnya uang dapat berfungsi sebagai alat pemindah kekayaan, misalnya pada suatu hari, orang tuamu menjual mobil yang dimilikinya, kemudian uang hasil menjual mobil tersebut digunakan untuk membeli rumah baru.Pengetahuan Sosial
Orang-orang yang mempunyai kelebihan uang atau harta biasanya akan menyimpan sebagian uangnya di bank. Kekayaan yang disimpan dalam bentuk uang dinilai lebih praktis, mudah dibawa kemana-mana, dan lebih cepat digunakan apabila ada keperluan yang mendesak. Kegiatan orang yang menyimpan kekayaannya dalam bentuk uang ini menunjukkan bahwa uang berfungsi sebagai alat untuk menyimpan kekayaan. Menabung di bank adalah salah satu bentuk menyimpan kekayaan dalam bentuk uang

B. Cara Mengelola Uang dengan Baik
Bagaimanakah cara mengelola uang dengan baik?
Perhatikan contoh penggunaan uang dalam cerita di bawah ini!
1. Bambang adalah seorang siswa SD Harapan Bangsa Kelas II. Setiap hari, ia diberi uang oleh ibunya sebesar Rp. 5000,00,- untuk bekal ke sekolah. Setiap hari, uang tersebut habis untuk jajan. Bahkan tak jarang
Bambang meminta lagi kepada ibunya untuk jajan di rumah
2. Lain halnya dengan Susi. Susi adalah siswa kelas III SD Pelita Jaya. Setiap hari, Susi diberi uang bekal ke sekolah Rp. 4.000,00,- Uang bekal susi tidak semuanya dia habiskan, setiap harinya Susi selalu menyisihkan uang Rp. 1.000,00,- untuk disimpan di celengan dan setiap akhir bulan uang yang terkumpul dalam celengan, Susi buka untuk kemudian ditabungkan di Bank.
Apa yang dapat kamu ambil berdasarkan cerita diatas? Coba kamu bandingkan apa yang dilakukan oleh Bambang dan Susi dalam menggunakan uang. Bambang adalah anak yang tidak pandai dalam mengelola uang. Dia menghabiskan semua uangnya untuk jajan. Oleh karena itu, Bambang dapat dikatakan boros. Lain dengan Susi, Susi adalah anak yang pandai mengelola uang.
Hal ini dapat dilihat dari sikapnya Susi tidak serta merta menghabiskan uangnya untuk jajan. Dia selalu menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabung. Bagaimana dengan kamu? Apakah semua uang bekalmu dihabiskan untuk jajan? Perlu kamu ketahui bahwa dalam mengelola uang kita harus hemat, berhati-hati, dan tidak berlebihan. Kita
harus berusaha menyisihkan sebagian uang kita untuk ditabung sehingga jika kita mempunyai kebutuhan mendadak, kita bisa menggunakan uang tabungan itu.

C. Manfaat Mengelola Uang dengan Baik
Apa manfaat yang kamu rasakan dari mengelola uang dengan baik?
Banyak manfaat yang dapat kita rasakan apabila mengelola uang dengan baik, di antaranya, kita dapat membeli barang-barang yang kita sukai dengan uang sendiri, jika kita membutuhkan uang secara mendadak, kita dapat dengan mudah memperolehnya, berguna untuk bekal masa depan, dan membiasakan hidup hemat serta disiplin.
Perhatikan cerita di bawah ini

Rajin Menabung
Trisno adalah seorang siswa kelas III SD Nusantara. Trisno rajin menabung. Setiap hari dia selalu menyisihkan uang jajannya untuk disimpan di celengan. Setiap akhir bulan Trisno membuka celengannya dan menyimpan uang yang terkumpul dalam celengan tersebut ke bank,
ditemani ibunya. Uang Trisno yang terkumpul di bank pun kian hari semakin banyak.
Pada suatu hari, Trisno ingin membeli sepeda baru karena sepedanya yang lama sudah rusak. Trisno pun mengutarakan niatnya untuk membeli sepatu baru kepada ayah dan ibunya. Namun ayah dan ibunya saat itu tidak memiliki uang banyak. Trisno pun mengatakan pada ayah dan ibunya bahwa telah memiliki tabungan, seluruh uang
yang terkumpul berjumlah Rp.1.000.000 (satujuta rupiah) yang bisa  digunakan untuk membeli sepeda. Akhirnya pada hari minggu Trisno diantar ayah dan ibunya membeli sepeda baru.

materi ips kelas 3 bab 7

BAB 7
Sejarah Uang

A. Sistem Barter
Bagaimanakah asal mula uang?


Pada zaman dahulu kegiatan jual beli masih sangat sederhana. Kegiatan jual beli belum menggunakan uang logam ataupun uang kertas yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang
membutuhkan suatu barang, orang tersebut harus menukarkan barang lain yang ia miliki dengan barang-barang yang ia butuhkan, itulah yang disebut dengan barter. Barter adalah kegiatan tukar menukar barang
dengan barang lain.Perhatikan contoh di bawah ini
Pada suatu hari, Ucok membawa dua buah balpoint. Ketika pelajaran menggambar ia ingat bahwa ia tidak mempunyai pinsil untuk menggambar. Sementara itu Anton membawa dua buah pensil. Kebetulan dia membutuhkan balpoin untuk menghitamkan gambarnya. Ucok membutuhkan pinsil sedangkan Anton membutuhkan balpoin.
Karena ada kebutuhan yang sama dan masing-masing telah mempunyai barang yang dibutuhkan, terjadilah barter pinsil dengan balpoint antara Ucok dan Anton. Dalam kegiatan barter, masing-masing orang yang akan barter harus memiliki kesamaan kebutuhan dan keinginan terhadap barang yang akan ditukar.
Contohnya seperti di atas, Ucok membutuhkan pinsil sedangkan dia memiliki balpoint. Oleh karena itu, Ucok harus mencari orang yang mempunyai pinsil dan sedang membutuhkan balpoint. Jika Ucok tidak menemukan orang yang membutuhkan balpoint dan mempunyai pinsil, barter tidak akan terjadi.
Dari uraian di atas, bahwa sistem barter memiliki beberapa kelemahan, seperti:
1. Sulit menemukan orang yang memiliki kebutuhan dan keinginan sama
2. Sulit dalam memenuhi kebutuhan yang mendesak
3. Sulit dalam menentukan hasil perbandingan harga,
contohnya harga balpoin dan pinsil berbeda. Jadi satu buah balpoin sebandingnya dengan berapa pinsil. Hal ini tentu akan sulit ditentukan.

B. Uang Barang
Tahukah kamu apa itu uang barang?
Dari berbagai kelemahan sistem barter, orang kemudian berpikir untuk mencari cara agar pertukaran dapat dilakukan dengan mudah. Kemudian muncul apa yang dinamakan dengan uang barang. Uang barang adalah uang yang terbuat dari barang dan diterima oleh masyarakat. Contoh uang barang yang digunakan oleh masyarakat zaman dahulu adalah kulit harimau, kulit kerang, gading, dan sebagainya. 
Dalam perkembangannya, kemudian barang yang dijadikan sebagai uang adalah emas dan perak. Namun karena masih terdapat kesulitan dalam pelaksanannya, kemudian emas dan perak pun tidak lagi dijadikan sebagai uang. Hal ini terjadi karena jumlah emas dan perak di setiap daerah tidak sama. Selain itu, persediaan emas dan perak lambat laun akan habis jika digunakan secara terus menerus.

C. Uang Saat Ini
Uang apa sajakah yang beredar saat ini dimasyarakat?
Tentu kamu tahu bahwa perkembangan zaman semakin maju. Sistem barter, uang barang, emas atau perak tidak lagi praktis digunakan dalam praktik jual beli. Hal ini mendorong lahirnya uang
sebagai alat untuk membantu kelancaran proses pertukaran.
Tahukah kamu apa itu uang? Uang dapat diartikan sebagai benda yang disetujui oleh masyarakat sebagai alat perantara tukar-menukar dalam perdagangan. Dalam kehidupan seharihari kita hanya mengenal dua jenis uang, yaitu uang logam dan uang kertas.
Apakah uang logam? Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam. Uang logam ini terdiri atas pecahan uang Rp. 100,- Rp. 500,- dan Rp. 1000,-.
Selain uang logam, ada juga uang kertas. Uang kertas adalah uang yang bahan dasar pembuatnya dari kertas. Contohnya pecahan uang Rp. 1000,- Rp. 5.000,- Rp. 10.000,- dan sebagainya. Uang kertas dan uang logam tidak dapat dibuat oleh sembarang orang. Lalu, siapakah yang berhak membuat uang? Baik uang logam maupun uang kertas hanya dapat dibuat oleh negara. Untuk di Indonesia, uang dibuat oleh Bank Indonesia (BI).

D. Syarat-syarat Uang
Bagaimanakah suatu benda dikatakan sebagai uang?
Menurutmu, apakah benda pada gambar di atas dapat dijadikan sebagai uang? Perlu kamu ketahui bahwa tidak semua benda dapat dijadikan sebagai uang. Agar suatu benda dapat dijadikan sebagai uang, benda tersebut haruslah memenuhi beberapa syarat, diantaranya:
1. Praktis, artinya mudah dibawa kemana-mana.
2. Tahan lama, maksudnya bahwa uang digunakan bukan untuk sementara dan bukan hanya oleh seorang disuatu daerah, melainkan oleh banyak orang untuk jangka waktu yang lama.
3. Jumlahnya sedikit, langka, dan sulit diperoleh sehingga nilainya tetap stabil.
4. Digemari atau disukai oleh masyarakat umum.
5. Diterima oleh masyarakat sebagai alat pembayaran
BAB 7
Sejarah Uang

A. Sistem Barter
Bagaimanakah asal mula uang?


Pada zaman dahulu kegiatan jual beli masih sangat sederhana. Kegiatan jual beli belum menggunakan uang logam ataupun uang kertas yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang
membutuhkan suatu barang, orang tersebut harus menukarkan barang lain yang ia miliki dengan barang-barang yang ia butuhkan, itulah yang disebut dengan barter. Barter adalah kegiatan tukar menukar barang
dengan barang lain.Perhatikan contoh di bawah ini
Pada suatu hari, Ucok membawa dua buah balpoint. Ketika pelajaran menggambar ia ingat bahwa ia tidak mempunyai pinsil untuk menggambar. Sementara itu Anton membawa dua buah pensil. Kebetulan dia membutuhkan balpoin untuk menghitamkan gambarnya. Ucok membutuhkan pinsil sedangkan Anton membutuhkan balpoin.
Karena ada kebutuhan yang sama dan masing-masing telah mempunyai barang yang dibutuhkan, terjadilah barter pinsil dengan balpoint antara Ucok dan Anton. Dalam kegiatan barter, masing-masing orang yang akan barter harus memiliki kesamaan kebutuhan dan keinginan terhadap barang yang akan ditukar.
Contohnya seperti di atas, Ucok membutuhkan pinsil sedangkan dia memiliki balpoint. Oleh karena itu, Ucok harus mencari orang yang mempunyai pinsil dan sedang membutuhkan balpoint. Jika Ucok tidak menemukan orang yang membutuhkan balpoint dan mempunyai pinsil, barter tidak akan terjadi.
Dari uraian di atas, bahwa sistem barter memiliki beberapa kelemahan, seperti:
1. Sulit menemukan orang yang memiliki kebutuhan dan keinginan sama
2. Sulit dalam memenuhi kebutuhan yang mendesak
3. Sulit dalam menentukan hasil perbandingan harga,
contohnya harga balpoin dan pinsil berbeda. Jadi satu buah balpoin sebandingnya dengan berapa pinsil. Hal ini tentu akan sulit ditentukan.

B. Uang Barang
Tahukah kamu apa itu uang barang?
Dari berbagai kelemahan sistem barter, orang kemudian berpikir untuk mencari cara agar pertukaran dapat dilakukan dengan mudah. Kemudian muncul apa yang dinamakan dengan uang barang. Uang barang adalah uang yang terbuat dari barang dan diterima oleh masyarakat. Contoh uang barang yang digunakan oleh masyarakat zaman dahulu adalah kulit harimau, kulit kerang, gading, dan sebagainya. 
Dalam perkembangannya, kemudian barang yang dijadikan sebagai uang adalah emas dan perak. Namun karena masih terdapat kesulitan dalam pelaksanannya, kemudian emas dan perak pun tidak lagi dijadikan sebagai uang. Hal ini terjadi karena jumlah emas dan perak di setiap daerah tidak sama. Selain itu, persediaan emas dan perak lambat laun akan habis jika digunakan secara terus menerus.

C. Uang Saat Ini
Uang apa sajakah yang beredar saat ini dimasyarakat?
Tentu kamu tahu bahwa perkembangan zaman semakin maju. Sistem barter, uang barang, emas atau perak tidak lagi praktis digunakan dalam praktik jual beli. Hal ini mendorong lahirnya uang
sebagai alat untuk membantu kelancaran proses pertukaran.
Tahukah kamu apa itu uang? Uang dapat diartikan sebagai benda yang disetujui oleh masyarakat sebagai alat perantara tukar-menukar dalam perdagangan. Dalam kehidupan seharihari kita hanya mengenal dua jenis uang, yaitu uang logam dan uang kertas.
Apakah uang logam? Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam. Uang logam ini terdiri atas pecahan uang Rp. 100,- Rp. 500,- dan Rp. 1000,-.
Selain uang logam, ada juga uang kertas. Uang kertas adalah uang yang bahan dasar pembuatnya dari kertas. Contohnya pecahan uang Rp. 1000,- Rp. 5.000,- Rp. 10.000,- dan sebagainya. Uang kertas dan uang logam tidak dapat dibuat oleh sembarang orang. Lalu, siapakah yang berhak membuat uang? Baik uang logam maupun uang kertas hanya dapat dibuat oleh negara. Untuk di Indonesia, uang dibuat oleh Bank Indonesia (BI).

D. Syarat-syarat Uang
Bagaimanakah suatu benda dikatakan sebagai uang?
Menurutmu, apakah benda pada gambar di atas dapat dijadikan sebagai uang? Perlu kamu ketahui bahwa tidak semua benda dapat dijadikan sebagai uang. Agar suatu benda dapat dijadikan sebagai uang, benda tersebut haruslah memenuhi beberapa syarat, diantaranya:
1. Praktis, artinya mudah dibawa kemana-mana.
2. Tahan lama, maksudnya bahwa uang digunakan bukan untuk sementara dan bukan hanya oleh seorang disuatu daerah, melainkan oleh banyak orang untuk jangka waktu yang lama.
3. Jumlahnya sedikit, langka, dan sulit diperoleh sehingga nilainya tetap stabil.
4. Digemari atau disukai oleh masyarakat umum.
5. Diterima oleh masyarakat sebagai alat pembayaran

Materi PJOK Kelas 3 Bab 11

BAB XI Mari Berpetualang A. Kegiatan Menjelajah Dengan menjelajahi perkampungan sekitar, kamu akan mengetahui daerah setempat dan meni...

 
Galeri ilmu Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template